Terdapat sebuah Hadits riwayat dari Abu Hurairoh r.a disebutkan :
وعن أبي هريرة قال سمعت رسول الله يقول : إذا تحدث العالم في مجلسه بالعلم ولم يدخله هزل ولالغو خلق الله تعالى من كل كلمة طلعت من فمه ملكا يستغفرالله له ولسامعه إلى يوم القيامة فإذا انصرفوا انصرفوامغفورين لهم ثم قال هم القوم لايشقى بهم جليسهم .
*Renungan* :
_"Dari Hadits di atas di tarik beberapa kesimpulan di antaranya :
1. Bahwa seorang 'alim (orang berilmu) ketika menyampaikan suatu pembahasan ilmu di dalam Majlisnya sebaiknya tidak di iringi dengan senda gurau (Guyonan)
Yaitu senda gurau (Guyonan) yg tidak bermanfaat.
Tapi jika senda gurau (Guyonan) tersebut bermanfaat, yaitu memiliki bobot sehingga kita bisa memperoleh pesan - pesan khusus dalam senda gurau (guyonan) itu. Maka hal itu tidak masalah (sah - sah saja).
Seumpamanya guyonan khas Kiai - Kiai NU yg syarat makna dan pesan - pesan moral bagi siapa saja yg mendengarnya.
2. Di dalam bersenda gurau (guyonan) jangan sampai menyakiti orang lain.
3. Di dalam ceramah/tausyiah hindarilah perkataan yg sia - sia. Karena Kanjeng Nabi saw mewanti - wantinya dengan kalimat ولالغو ، sebagaimana dalam matan Hadits di atas 👆🏻.
Perkataan sia - sia itu misalnya, ceramah ke sana - ke mari bisanya mesu - mesu. Mencaci sana, mencaci sini, ghibah sana, ghibah sini. Menghina sana, menghina sini. Padahal masalah yg di bahas pun dia belum tahu secara pasti. Hanya sebatas tahu dari قيل و قيل . Tapi sudah berani menghina, mencaci dan mencela. Seperti tidak ada pembahasan lain saja yg jauh lebih berfaedah.
Ceramah atau majlis yg model seperti ini sebaiknya kita hindari, karena Unfaedah alias tidak ada faedahnya sama sekali.
Selain itu majlis yang model seperti ini bisa menyebabkan kita celaka. Misalnya termakan fitnah, termakan hasutan, termakan ghibah, namimah dll.
Hal ini yg sebagaimana yg disebut oleh Kanjeng Nabi saw لا يشقى بهم جليسهم pada matan hadits di atas.
Semoga kita memperoleh manfaat dari Guru - Guru kita dan Majlis - Majlis kita Dunia akherat.
Amin aminnn.
Sekapur Sirih dari rangkuman kajian Hadits Kitab Tanqihul Qoul.
No comments:
Post a Comment