Thursday, February 11, 2021

ORANG YANG LAYAK DIJADIKAN TEMAN

Oleh : Al-Ustadz Sumitra Nurjaya S.Pd,i
(Pimpinan Majelis Taklim Al-Kamal Medan & Pondok Pesantren Miftahussuruur Medan)

Disebutkan dalam sebuah Syair Arab :

إذا ماالمرء لم يحفظ ثلاثا # فبعه ولو بكف من رماد 
وفاؤ للصديق وبذل مال # وكتمان الرائر في الفؤاد

Artinya :
Jika seseorang tidak bisa memelihara 3 perkara # Maka jual lah dia meskipun dengan harga segenggam debu

Tiga perkara itu ialah setia kawan, mengorbankan harta # Dan menyimpan rahasia dalam hati

Jadi, orang yang layak untuk dijadikan teman adalah :
1. Setia kawan, yaitu bersikap baik dihadapanmu dan tidak menceritakan keburukanmu dibelakangmu. 
2. Mengorbankan harta, yaitu tidak hitung - hitungan. Membantumu dengan hartanya dikala engkau membutuhkan.
3. Menyimpan rahasia, yaitu menutupi segala hal yang ia ketahui tentang dirimu dan tidak menceritakannya kepada siapapun. Terlebih hal yang sifatnya pribadi atau bahkan aib - aibmu.

Bila seseorang tidak memiliki 3 hal sebagaimana tersebut di atas. Maka orang tersebut tidak layak di jadikan *Teman*, apalagi *Teman Hidup* 🤭 Bahkan dalam syair tersebut dengan tegas menyatakan "Jual lah ia walaupun dengan harga segenggam debu". Bayangkan!!! Dijual dengan harga segenggam debu.

Bukankah ini menunjukkan bahwa teman yang tidak memiliki 3 sifat diatas tidak ada harganya sama sekali? Oleh sebab itu juga, jika orang - orang enggan bersahabat dengan kita, intropeksi dirilah. Barangkali salah satu dari ketiga sifat diatas atau bahkan seluruh sifat - sifat tersebut ada pada diri kita.

(Disampaikan pada Kajian Akhlak, Kitab Taisirul Khollaq)

والله اعلم


Dalam sebuah Riwayat yang terdapat di dalam Kitab Mathlaul Badrin, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda : "Barangsiapa menolong/membantu Penuntut Ilmu dan Orang Berilmu, maka ia mendapat pahala seperti pahala membangun 70 Ka'bah".

Mari meringankan dakwah dan fasilitas para penuntut Ilmu, dengan cara Berdonasi
Anisah Izzati
BRI 53070102629753

FOLLOW US ON
Facebook
https://m.facebook.com/Majlis-Talim-al-Kamal-Medan-2266238913649987/

Instagram
https://www.instagram.com/mt_alkamal/?hl=id

Kalam Ustadz
https://instagram.com/alkitaabah?igshid=1s85ptebr2kne

Blog Website
https://majlistaklimalkamal.blogspot.com

Youtube
https://youtu.be/c3IT81KzLsM

Contact Person
+62812-6084-9711

DENGAN MASALAH KITA INGAT ALLAH

Oleh : Al-Ustadz Sumitra Nurjaya S.Pd,i
(Pimpinan Majelis Taklim Al-Kamal Medan & Pondok Pesantren Miftahussuruur Medan)

"Seringkali ketika kita menghadapi masalah dan persoalan, kita berfikir bahwa Allah meninggalkan kita, tidak perduli dengan kita. Padahal tidaklah demikian. Allah tidak pernah meninggalkan kita. Tapi kitalah yang meninggalkan Allah. Oleh sebab itu, jika punya masalah atau menghadapi berbagai persoalan. Hendaklah kembali kepada Allah, mulakan dengan menjalani berbagai hal yang di perintahkan-Nya. Perbaiki hubunganmu dengan Allah. Mulakan dengan menjaga shalat lima waktu".

والله اعلم


Dalam sebuah Riwayat yang terdapat di dalam Kitab Mathlaul Badrin, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda : "Barangsiapa menolong/membantu Penuntut Ilmu dan Orang Berilmu, maka ia mendapat pahala seperti pahala membangun 70 Ka'bah".

Mari meringankan dakwah dan fasilitas para penuntut Ilmu, dengan cara Berdonasi
Anisah Izzati
BRI 53070102629753

FOLLOW US ON
Facebook
https://m.facebook.com/Majlis-Talim-al-Kamal-Medan-2266238913649987/

Instagram
https://www.instagram.com/mt_alkamal/?hl=id

Kalam Ustadz
https://instagram.com/alkitaabah?igshid=1s85ptebr2kne

Blog Website
https://majlistaklimalkamal.blogspot.com

Youtube
https://youtu.be/c3IT81KzLsM

Contact Person
+62812-6084-9711

KIASAN CINTA

Oleh : Al-Ustadz Sumitra Nurjaya S.Pd,i
(Pimpinan Majelis Taklim Al-Kamal Medan & Pondok Pesantren Miftahussuruur Medan)

"Bahasa cinta jangan terlalu dibawa serius. Apalagi sampai menghukumi kafir sana-sini. Misalnya ada yang berkata : (Engkaulah belahan hatiku, engkaulah belahan jiwaku, hanya engkau lah yang ada di dalam hatiku). Jangan langsung dihukumi kafir & musyrik. Jadi Orang jangan gampang kagetan. Biasanya yang gampang kagetan itu adalah orang yang baru belajar Islam. Sehingga terlalu gampangan menghukuminya Haram terhadap sesuatu, bahkan sampai menuduh kafir (musyrik)".

والله اعلم


Dalam sebuah Riwayat yang terdapat di dalam Kitab Mathlaul Badrin, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda : "Barangsiapa menolong/membantu Penuntut Ilmu dan Orang Berilmu, maka ia mendapat pahala seperti pahala membangun 70 Ka'bah".

Mari meringankan dakwah dan fasilitas para penuntut Ilmu, dengan cara Berdonasi
Anisah Izzati
BRI 53070102629753

FOLLOW US ON
Facebook
https://m.facebook.com/Majlis-Talim-al-Kamal-Medan-2266238913649987/

Instagram
https://www.instagram.com/mt_alkamal/?hl=id

Kalam Ustadz
https://instagram.com/alkitaabah?igshid=1s85ptebr2kne

Blog Website
https://majlistaklimalkamal.blogspot.com

Youtube
https://youtu.be/c3IT81KzLsM

Contact Person
+62812-6084-9711

MENGAJARKAN ILMU

Oleh : Al-Ustadz Sumitra Nurjaya S.Pd,i
(Pimpinan Majelis Taklim Al-Kamal Medan & Pondok Pesantren Miftahussuruur Medan)

Dawuh KH. Anwar Manshur Lirboyo : "Titenono, santri Lirboyo bar tamat ora mulang, sing diuber malah urusan dunyo uripe ora barokah. Sing barokah, gelem mulang lan kerjo sak eneke".

Artinya :
(Perhatikan, santri Lirboyo setelah tamat tidak mengajar. Yang diburu justru urusan dunia, hidupnya tidak barokah. Yang barokah itu adalah mau mengajar dan kerja seadanya).

والله اعلم


Dalam sebuah Riwayat yang terdapat di dalam Kitab Mathlaul Badrin, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda : "Barangsiapa menolong/membantu Penuntut Ilmu dan Orang Berilmu, maka ia mendapat pahala seperti pahala membangun 70 Ka'bah".

Mari meringankan dakwah dan fasilitas para penuntut Ilmu, dengan cara Berdonasi
Anisah Izzati
BRI 53070102629753

FOLLOW US ON
Facebook
https://m.facebook.com/Majlis-Talim-al-Kamal-Medan-2266238913649987/

Instagram
https://www.instagram.com/mt_alkamal/?hl=id

Kalam Ustadz
https://instagram.com/alkitaabah?igshid=1s85ptebr2kne

Blog Website
https://majlistaklimalkamal.blogspot.com

Youtube
https://youtu.be/c3IT81KzLsM

Contact Person
+62812-6084-9711

MEMANFAATKAN WAKTU

Oleh : Al-Ustadz Sumitra Nurjaya S.Pd,i
(Pimpinan Majelis Taklim Al-Kamal Medan & Pondok Pesantren Miftahussuruur Medan)


Imam Al-Ghozali ra pernah berkata :
"Tidak bisa merasakan betapa berharganya 4 hal ini kecuali 4 orang, yaitu : (1) Tidak akan tahu betapa berharganya sebuah kehidupan kecuali orang yang meninggal (2) Tidak tahu betapa berharganya sebuah kesehatan kecuali orang yang sakit (3) Tidak tahu betapa berharganya masa muda kecuali orang yang sudah tua (4) Tidak tahu betapa berharganya sebuah kekayaan kecuali orang yang jatuh miskin.”

Imam Abdullah Al-Haddad ra juga pernah berkata : 
“Barang siapa yang menghabiskan umurnya bukan dalam ketaatan atau sesuatu yang mengantarkannya kepada ketaatan. Maka dia telah menghabiskan sesuatu yang sangat mulia untuk sesuatu yang sangat hina.”

Para ulama banyak sekali berwasiat terkait waktu, kenapa demikian? Sebab banyak diantara kita yang terlalu mensia - siakan waktu, melalaikan waktu. Terlalu santai dan menunda - nundanya. Terlebih bagi yang masih muda - muda, sibukkan dirimu dengan berbagai hal yang manfaat.

Seorang Ulama berkata :

ونفسك إن أشغلتها بالحق وإلا اشتغلتك بالباطل

“Jika dirimu tidak tersibukkan dengan hal-hal yang baik (haq), pasti akan tersibukkan dengan hal-hal yang sia-sia (batil).”


والله اعلم

Dalam sebuah Riwayat yang terdapat di dalam Kitab Mathlaul Badrin, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda : "Barangsiapa menolong/membantu Penuntut Ilmu dan Orang Berilmu, maka ia mendapat pahala seperti pahala membangun 70 Ka'bah".

Mari meringankan dakwah dan fasilitas para penuntut Ilmu, dengan cara Berdonasi

Anisah Izzati
BRI 53070102629753

FOLLOW US ON :

Facebook
https://m.facebook.com/Majlis-Talim-al-Kamal-Medan-2266238913649987/

Instagram
https://www.instagram.com/mt_alkamal/?hl=id

Kalam Ustadz
https://instagram.com/alkitaabah?igshid=1s85ptebr2kne

Blog Website
https://majlistaklimalkamal.blogspot.com

Youtube
https://youtu.be/c3IT81KzLsM

Contact Person
+62812-6084-9711

PERINGATAN BAGI YANG HENDAK MENIKAH

Oleh : Al-Ustadz Sumitra Nurjaya S.Pd,i
(Pimpinan Majelis Taklim Al-Kamal Medan & Pondok Pesantren Miftahussuruur Medan)

Kewajiban seorang suami terhadap istrinya, bukan hanya sekedar memberi nafkah berupa sandang, pangan dan pakaian saja. Akan tetapi lebih dari itu.

Disebut di dalam Kitab Yawaqitu Wal Jawahir, dikarang oleh Syaikh Abdul Wahab Asy-Sya'roni dan diterjemahkan ke dalam Bahasa Arab Jawy (Melayu) oleh Ulama asal Sumbawa yaitu Saeidii Syaikh Muhammad 'Ali bin Abdur Rasyir bin Abdullah Al-Jawy Al-Qodhi As-Sumbawi :

"Dan wajiblah atas suaminya mengajar ia akan istrinya akan segala I'tiqod Ahlussunnah Wal Jama'ah daripada segala yang wajib bagi Allah Ta'ala dan yang mustahil atasnya dan yang harus (jaiz) padanya. Dan wajib pula menyatakan seluruh aqidah iman. Dan lagi wajib atas suami mengajar hukum sembahyang (shalat) dan barang sebagainya (hal - hal yang berkaitan dengan shalat. Dan demikian lagi wajib atas suami itu belajar akan bicara haid dan hukumnya. Dan wajib pula mengajar bagi mandi janabah (wajib) dan seterusnya..." (Halaman 29)

Dan lagi sabda Rasulullah saw :
"Wajib atas laki - laki itu mengajar isi rumahnya dan sahaya miliknya akan mengambil wudhu dan tayammum dan niat mandi janabah (junub) dan haid dan nifas dan istinja' dan sekalian fardhu wudhu dan sekalian sunnahnya dan mengajar i'tiqod AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH. Dan haram bagi laki - laki (suami) melarang akan isi rumahnya pergi kepada tempat yang mendengar mereka itu padanya kalam Allah dan Rasul-Nya..." (Halaman 45 - 46)

Jadi, pergunakanlah kesempatan dan waktumu untuk banyak - banyak menghadiri majlis - majlis ilmu. Yang di dalamnya membuka dan mengkaji kitab - kitab para Ulama dengan membahas perihal Aqidah Ahlusunnah Wal Jama'ah. Seperti halnya sifat - sifat wajib, mustahil dan jaiz bagi Allah SWT dan Rasul-Nya. Serta membahas perihal Fiqih, seperti rukun wudhu, hal - hal yang membatalkan wudhu, rukun shalat, hal - hal yang membatalkan shalat. Bahkan permasalahan haid, nifas dan istihadhah. Serta juga membahas perihal Ilmu Tasawwuf (Akhlak).

Namun sangat disayangkan sekali bahwa pemuda - pemudi di zaman ini lebih menggemari majlis - majlis (pengajian) yang justru tidak dibacakan dan dikaji di dalamnya kitab - kitab para Ulama. Majlis - Majlis (kajian) dengan tema Hijrah lebih digandrungi kaula muda saat ini. Padahal ilmu yang hukumnya Fardhu Ain untuk mereka kaji dan pelajari adalah seperti Ilmu Tauhid, Fiqih dan Tasawwuf (Akhlak) sebagaimana tersebut di atas.

Silahkan hadir kajian hijrah, tapi jangan sampai meninggalkan kajian yang fardhu ain. Terlebih lagi saat ini, dimana banyak bermunculan firqoh - firqoh menyimpang yang mengatas namakan Islam. Oleh sebab itu wajib dari setiap kita mempelajari dan mendalami Aqidah Ahlussunnah Wal Jama'ah agar terhindar dari kesesatan dan penyimpangan.

Kesimpulannya adalah untuk menjadi seorang suami tidak cukup hanya modal tampang saja, harta melimpah, hafal Al-Qur'an dan suara indah. Namun harus memiliki ilmu agama yang mumpuni, agar tak salah jalan menuju rumah tangga yang diidam-idamkan. انتهى 

والله اعلم


Dalam sebuah Hadist yang terdapat di dalam Kitab Mathlaul Badrin, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda : "Barangsiapa menolong/membantu Penuntut Ilmu dan Orang Berilmu, maka ia mendapat pahala seperti pahala membangun 70 Ka'bah".

Mari meringankan dakwah dan fasilitas para penuntut Ilmu, dengan cara berdonasi
BRI 53070102629753
Anisah Izzati

FOLLOW US ON
Facebook
https://m.facebook.com/Majlis-Talim-al-Kamal-Medan-2266238913649987/

Instagram
https://www.instagram.com/mt_alkamal/?hl=id

Kalam Ustadz
https://instagram.com/alkitaabah?igshid=1s85ptebr2kne

Blog Website
https://majlistaklimalkamal.blogspot.com

Youtube
https://youtu.be/c3IT81KzLsM

Contact Person
+62812-6084-9711

Monday, October 12, 2020

TONGGAK SEJARAH BERDIRINYA MAJELIS TAKLIM AL-KAMAL MEDAN

Oleh : Al-Ustadz Sumitra Nurjaya S.Pd,i
(Pimpinan Majelis Taklim Al-Kamal Medan & Pondok Pesantren Miftahussuruur Medan)

Bermula pada tahun 2012/2013, kami dari Mahasiswa UNIVA Jurusan PAI. Berinisiatif ingin membuat Kelompok Mudzakaroh setiap minggunya secara rutin. Yaitu setiap hari Sabtu, ba'da Dzuhur sampai Ashar, bertempat di pelataran Masjid Nurul Hidayah, Jln. Garu 2A (Medan Amplas). Materi yang dibahas tidak jauh dari materi - materi perkuliahan. Selain itu, kami juga bermudzakaroh dengan kitab utama yaitu Kitab Minhajuth Tholibin karya Imam Nawawi.

Mudzakaroh ini kian hari kian diminati, sehingga kawan - kawan yang ikut mudzakaroh pun semakin bertambah.
Setiap minggu ada saja wajah - wajah baru yang hadir mengikuti mudzakaroh tersebut. Hingga pada akhirnya yang mengikuti mudzakaroh tidak hanya terbatas oleh Mahasiswa UNIVA jurusan PAI saja. Namun Mahasiswa UNIVA dari jurusan lain pun, juga ikut aktif bermudzakaroh bersama kami. Ada Mahasiswa/i UMN, UISU, IAIN (yg skrng berubah menjadi UIN), UNIMED, USU, UMSU dll.

Alhamadulillah....
Boooommmm.....
Jama'ah semakin ramai saja....

Akhirnya, kami pun berpindah tempat. Yang asalnya diteras Masjid, akhirnya berpindah didalam Masjid. Kelompok Mudzakaroh kecil ini kami beri nama yaitu Majlis Ta'lim Miftahul Khoir Medan.  Berlanjutlah Mudzakaroh ini sampai setahun. Jama'ah terus bertambah dan didominasi oleh anak - anak muda Mahasiswa/i. Sehingga Al-Faqir mendapatkan sebuah ide untuk berinisiatif membuat komunitas yang lebih besar lagi dan terstruktural. Dan saya menghadap guru Al-Faqir yaitu Alm. Al-Fadhil al-Ustadz H. Muhammad Hafiz Yazid. Dengan maksud dan tujuan meminta beliau untuk mengajar di Majlis tersebut. Alhamdulillah, beliau pun menyetujuinya.

Beliau mengajar Kajian Tauhid denga Kitab Fathul Majid Syarh Durul Farid Syaikh Nawawi Al-Bantany. Beliau mengajar setiap hari Ahad pagi, pukul 10.00 WIB - dzuhur, lokasi kajian berganti - ganti. Minggu Ke 1 - 3 = di Masjid Nurul Hidayah (Jln. Garu 2A). Untuk Minggu ke  2 - 4 di Masjid Al-Hikmah (Jln. Garu 2B). Maaf katanya, beliau mengajar kami dengan sangat ikhlas tanpa bisyaroh 😭😭 Walaupun kami tidak memberi beliau bisyaroh (hadiah/amplop). Namun beliau tetap semangat mengajar kami. Semenjak beliau menjadi pemateri utama di Majlis ini. Peserta yang hadir mengikuti kajian Tauhid tersebut tidakk lagi didominasi oleh kaula muda, bahkan orang-orangtua pun banyak yang hadir. Termasuk Ustadz - Ustadz terkenal di Kota Medan.

Beberapa bulan kemudian, Al-Faqir memberitahukan salah satu guru Al-Faqir yaitu Syaikh Ivan. Pada saat itu, beliau masih berdomisili di Doha,Qatar. Al-Faqir memberitahukan bahwasannya di Medan sudah membuat Majlis disini. Kemudian Syaikh Ivan bertanya melalui telpon.

👳🏻‍♂ : "Siapa yang mendanai (donatur) majlis?".
👨🏻 : "Gak ada Syaikh".
👳🏻‍♂ : "Allah... Jadi selama ini Ustadz Hafiz tidak kalian kasih hadiah (bisyaroh)?".
👨🏻 : "Gak ada Syaikh". 
👳🏻‍♂ : "Zein, biar saya saja yang menjadi donaturnya".
👨🏻 : "Kalau begitu Syaikh, bagaimana jika pematerinya kita tambah?".
👳🏻‍♂: "Zein, siapa pemateri yang lain. Tapi yang ASWAJa ya?".
👨🏻 : "Baik Syaikh, masalah pemateri lain nanti saya musyawarahkan dulu dengan Ustadz Hafiz".

Kemudian, Al-Faqir pun menghadap Alm. Ustadz Hafiz Yazid untuk menyampaikan kabar gembira ini. Beliau pun menerima dengan tangan terbuka. Majlis ini yang asal namanya adalah Majlis Ta'lim Miftahul Khoir, saya minta kepada Alm untuk memberi nama majlis ini. Beliau pun memberi nama yaitu Majlis Ta'lim Ihya Ulumiddin Medan. Kemudian, saya pun meminta sesama rekan majlis untuk bersama - sama mengurus majlis ini. Akhirnya diangkatlah beberapa orng sebagai pengurus atas persetujuan dari Alm.

Kami pun mencari Narasumber yang lain atas permintaan Syaikh Ivan. Akhirnya kami mendapatkan narasumbernya, yaitu :
1. Ustadz Muhyiddin Masykur (sekarang Pimpinan Majlis Ta'lim Darul Anwar Medan). Mengajar kajian Fiqih dengan Kitab Fathul Muin.
2. Ustadz Ahmad Fauzah Lubis (Narasumber tetap Majlis Ta'lim Al-Ittihad Medan). Mengajar kajian Qowaid Fiqih dengan Kitab Qowaid Fiqih Syaikh Arsyad Tholib Lubis.

Jadi, pemateri tetapnya ada 3 orang. Berjalan beberap bulan, Syaikh Ivan merasa kurang puas. Karena pada saat itu sedang marak - maraknya WAHABI di Kota Medan tercinta. Beliau meminta kepada Al-Faqir untuk menambah jadwal ta'lim, maksudnya jangan hanya hari minggu saja. Tapi ditambah dengan hari lain juga. Khusus tambahan ini, materinya tentang Hujjah Amaliyah Ahlussunnah Wal Jama'ah (ASWAJA). Al-Faqir pun menyanggupi permintaan Syaikh Ivan tersebut. Alhamdulillah, terlaksana dengan sangat baik dan lancar tanpa kendala. Bi idznillah, di Majlis Ta'lim Ihya Ulumiddin kami sempat mengkhatamkan Kitab Fathul Majid dengan tempo waktu -+ 1 tahun. Dan berganti kepada kitab tauhid lain yaitu Kitab Syarqowi 'Alal-Hud-Hudi.

Untuk yang ini, kajiannya hanya sebulan sekali dilaksanakan. Narasumber tetap adalah Alm. Al-Ustadz H. Muhammad Hafiz Yazid. Dan narasumber yang satunya berganti - ganti setiap bulannya. Kajian ini dilaksakan setiap malam Sabtu (Minggu ke-1). Pembukaan Majlis ini dilaksanakan di Masjid Nurul Hidayah (Jln. Garu 2A). Syaikh Ivan memberi nama Majlis ini yaitu dengan nama Majlis Ta'lim Bustanul Arifin Medan.

Pada suatu hari, Alm. Ustadz Hafidz Yazid mengalami jatuh sakit, demikian juga dengan Syaikh Ivan. Akhirnya majlis pun divacumkan sementara waktu. Dan akhirnya Majlis pun dibubarkan. Beberapa bulan kemudian, Al-Faqir berinisiatif untuk membuka Kajian Fiqih dengan Kitab Fathul Qorib. Dan bertempat di rumah Pak Musthofa Jln. Garu 2B Gg. Bakti Ujung. Setiap malam kamis rutin kami mengadakan pengajian. Hari demi hari jamaah membludak, sampai parkiran terpaksa dijalan umum. Tapi kami tetap terus ngaji di rumah Pak Musthofa.

Entah kenapa, Al-Faqir mencoba lagi untuk buat mudzakor kecil kecil seperti awal dulu. Tapi tempatnya di Masjid Al-Hikmah Jln. Garu 2B setiap hari Ahad siang. 
Dan saya pun minta izin kepada Syaikh Ivan, untuk menamai majlis ini dengan nama Majlis Ta'lim Bustanul Arifin Medan. Untuk melanjutkan estafet perjuangan dahulu dengan Alm. Al-Ustadz H. Muhammad Hafiz Yazid.

Boooommmmmm.....
Jama'ah membludak semakin tidak terkontrol ramainya. Setiap minggunya jama'ah yang hadir tidak kurang dari 500 orang. Akhirnya saya bersama Bib Zol, Bah Azhar, Dwiky membentuk kepengurusan baru. Orang yang dipilih yaitu orang - orang baru semua. Yang notabenenya belum faham perjuangan Al-Faqir sedari awal. Dan inilah yang pada akhirnya nanti membelot (berkhianat) 🤭😅😃👏🏻

Karena Al-Faqir merasa sedikit kewalahan ngajar sendirian di Majlis ini. Akhirnya Al-Faqir menyampaikan usul kepada Bib Zol, Bah Azhar, Dwiky dll (khususnya keluarga Al-Kamal) untuk menambah narasumber lain. Agar supaya jama'ah tidak bosan dengan 1 pemateri saja, yaitu Al-Faqir Sumitra Nurjaya. Akhirnya kami mendapat izin dari pemateri baru, yaitu  :
1. Ust Muhyiddin Masykur
2. Ust Zein Al-Hudawi
3. Ust Hanafi Aidil 

Awal mulanya semua berjalan lancar. Namun karena ada pihak yang terobsesi ingin menguasai Majlis tersebut. Sampai - sampai ia berani mengakusisi bahwa di Awak Media Cetak/Koran menuliskan "Saya Selaku Pimpinan Majlis Ta'lim Bustanul Arifin, secara penuh mendukung Paslon 01 (Bapak Jokowi & Kiai Ma'ruf Amin)". Saya sangat kecewa sekali.
Padahal saya membentuk Majlis ini mutlak untuk tempat orang menimba ilmu. Tidak dicampuri urusan Politik apapun dan tidak dicampuri urusan Organisasi apapun. Mutlak hanya sebuah Majlis Ilmu.

Hingga akhirnya terjadilah gesekan - gesekan Internal ditubuh Majlis ini. Yang berujung Dualisme Majlis. Saya pun mengundurkan diri dari Majlis tersebut dan menyerahkan Majlis itu kepada mereka. Mereka pun tetap taklim, tapi yang Taklim tidak ramai lagi. Hanya pengurus - pengurus yang pernah saya pilih, tapi akhirnya membelot. Hanya mereka yang taklim dan tinggal beberapa orang jama'ah saja. Hingga akhirnya mereka pun tidak memakai nama Bustanul Arifin lagi. 

Tidak putus asa demi semangat memperjuangkan agama. Dengan pertolongan Allah SWT, akhirnya Al-Faqir diberi kemudahan - kemudahan dan jalan keluar. Al-Faqir bentuklah Majlis baru yaitu Majlis Ta'lim Al-Kamal Medan. Saling bahu-membahu membangun Majlis ini dengan keluarga Al-Kamal. Sampai akhirnya berdiri pulalah Pondok Pesantren Miftahussurur Medan. Walau sederhana, semoga manfaatnya dapat dirasa oleh masyarakat. 

Namun, propaganda - propaganda terus dilayangkan ke saya. Saya difitnah ini dan itu. Mereka mengarang cerita, agar tidak ada yang ngaji di Majlis yang baru saya bentuk ini. Sampai - sampai mereka melarang pengurus pengajiannya agar tidak ngaji di Majlis saya. Kian hari Majlis yangg baru saya bentuk ini semakin ramai jama'ah. Orang - orang yang termakan fitnah itu, setelah mengetahui kisah sebenarnya. Akhirnya mereka minta maaf ke saya, ada yang sambil nangis - nangis 😁 Dan sampai sekarng mereka ngaji di Majlis Al-Kamal Medan.

Saya kira propaganda selesai, tidak tahunya saya difitnah lagi. Katanya (saya kirim santet ke Majlis mereka). Makanya Majlis mereka kian hari kian sepi. Mereka tuduh ini adalah ulah saya kirim santet keris ghoib katanya 🤭. Dan fitnah itu mereka sebar di media sosial seperti FB.
Al-Faqir sempat screenshoot fitnahan tersebut, hitung - hitung buat kenangan 😁Tapi dengan begitu, Al-Faqir nyantai saja dan diam tidak membalas. Intaha.....

Majelis dan Pondok ini memegang teguh prinsip "Hidup-Hidupilah Agama/Majlis, Jangan Mencari Penghidupan Dari Agama/Majlis". Semboyan itulah yang kami pegangi sampai saat ini, buah warisan dari Alm. Al-Ustadz H. Muhammad Hafiz Yazid. Majlis Al-Kamal ini boleh dikatakan tidak ada kepengurusan secara resmi. Karena Al-Faqir masih trauma hehehe. Pokoknya siapa saja yang mau khidmah dengan majlis ini, maka dialah pengurus.

Alhamdulillah, saat ini para pimpinan - pimpinan Majlis Ta'lim ternama di Kota Medan. Menjadi Narasumber tetap di Majlis Ta'lim Al-Kamal Medan ini, antara lain :
1. K.H Mufty Ahmad Nasihin (Murid Habib Umar bin Hafiz). Beliau selaku Pimpinan Majlis Ta'lim Darusshofa Medan. Membaca Kitab Qobasul NurilMubin.
2. Habib Hayqal Alaydrus (Murid Habib Umar bin Hafiz). Beliau selaku Pimpinan Majlis Ta'lim Al-Barokah & Majelis Bro'. Membaca Kitab Arba'in Nawawiyah.
3. Ustadz Rahmat Abdullah (Murid K.H Mufty Ahmad Nashihin). Beliau selaku Pimpinan Majlis Ta'lim Syababul Musthofa & Majelis Talim Al-Barokah. Membaca Kitab Fawaidhul Mukhtaroh.
4. Ustadz Dr. Ahmad Muhaisin Tanjung (Putra Ustadz Dr. Syarbaini Tanjung). Beliau selaku Pimpinan Majlis Ta'lim Al-Fityan Medan. Membaca Kitab Ajwibah Al-Gholiyah Fii 'Aqidah Firqoh Najiyah.
5. Ustadz Sumitra Nurjaya. Selaku Pimpinan Majlis Ta'lim Al-Kamal Medan. Membaca Kitab Fathul Qorib Al-Mujib.

Alhamdulillah, Majlis ini sering dikunjungi orang - orang mulia nan shalih. Para Kiai, Habaib dan Asatidz, semoga keberkahan yang mereka bawa menular kepada Majlis ini. Semua ini berkat doa dari Orangtua (Ibu), Guru, para Kiai, Habaib dll. Tanpa doa - doa mereka, kami tidak berarti apa - apa. Doakan agar kami senantiasa Istiqomah menjadi pelayan Umat dan para Penuntut Ilmu. Meskipun kami sering difitnah macam - macam dan dituduh yang tidak - tidak. Tetap doakan kami akan senantiasa bersabar. Demikian cerita singkat cikal - bakal terbentuknya Majlis Ini ❤

والله اعلم


Dalam Sebuah Riwayat Yang Terdapat Di Kitab Mathlaul Badrin, bahwa Rasulullah SAW bersabda : "Barangsiapa menolong/membantu Penuntut Ilmu dan Orang Berilmu, maka ia mendapat pahala seperti pahala membangun 70 Ka'bah".

Mari Meringankan Dakwah dan Para Penuntut Ilmu dengan cara Donasi
Anisah Izzati
BRI 53070102629753

FOLLOW US ON
Facebook
https://m.facebook.com/Majlis-Talim-al-Kamal-Medan-2266238913649987/

Instagram
https://www.instagram.com/mt_alkamal/?hl=id

Kalam Ustadz
https://instagram.com/alkitaabah?igshid=1s85ptebr2kne

Blog Website
https://majlistaklimalkamal.blogspot.com

Youtube
https://youtu.be/c3IT81KzLsM

Contact Person
+62812-6084-9711

PESAN BERHARGA UNTUKMU

Oleh : Al-Ustadz Sumitra Nurjaya S.Pd,i  (Pimpinan Majelis Taklim Al-Kamal Medan & Pondok Pesantren Miftahussuruur Medan) Diantara pesan...